Pages

Jumat, 19 Oktober 2012

Lebih Indah


 

Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itut

Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu

Reff:
Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu
Repeat reff
Kaulah yang terbaik untukku
Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku
Repeat reff


Kamis, 18 Oktober 2012

sifa :)


coretan kecil untuknya

Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya.
Terimakasih untuk saat-saat indah yang boleh kami nikmati bersama.
Terimakasih untuk setiap pertemuan yang boleh kami lalui bersama.
Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu.
Saya datang bersujud dihadapan-Mu,
Sucikan hati saya yaa Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidup saya

Yaa Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya,
janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya.
Janganlah biarkan saya melabuhkan hati saya di hatinya.
Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya
dan usirlah dia dari relung hati saya.
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni.
Tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk saya, yaa Allah,
tolong satukan hati kami.
Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya.
Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya.
Urapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya
dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana saya telah Kau ciptakan.
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia.


Allah Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa memberikan yang terbaik buat saya.
Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu
yang membimbing saya menuju terang-Mu.
Ajarlah saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.

Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi dalam setiap bagian hidup saya, yaa Allah.



Desain Deskriptif


Dalam pendekatan terapan riset pemasaran dilakukan proses riset pemasaran, setelah pendekatan yang sesuai dikembangkan, peneliti ada dalam posisi memformulasikan rancangan riset. Jenis utama dari rancangan riset itu sendiri adalah riset eksploratif dan riset konklusif. Rancangan riset eksploratif menggunakan analisis data sekunder dan riset kualitatif sebagai metoda utama. Rancangan riset konklusif dapat diklasifikasikan menjadi kausal atau deskriptif.
Riset deskriptif mempunyai tujuan utama membuat deskripsi mengenai sesuatu yang biasanya berupa karakteristik atau fungsi pasar. Fokus pada metoda-metoda utama yang digunakan pada rancangan riset deskriptif yakni :

a.    Metoda survey
Kuesioner terstruktur yang diberikan responden dan dirancang untuk menghasilkan informasi spesifik.
Survey meliputi pengelolaan kuesioner dan dapat diklasifikasikan berdasarkan dalam empat metoda/ mode utama administrasi menjadi :
1.      Wawancara telepon dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi wawancara telepon tradisional dan wawancara telepon berbantuan komputer (computer-aided telephone interview/ CATI)
2.      Wawancara personal mungkin berupa wawancara di rumah, mall intercept, atau sebagai wawancara personal berbantuan komputer (computer-aided personal interview/ CAPI)
3.      Wawancara surat mengambil bentuk survai surat atau survey yang menggunakan panel surat.
4.      Wawancara elektronik/ metoda elektronik khususnya survey internet tumbuh dengan cepat

b.      Metoda telepon
Wawancara telepon dapat berupa wawancara tradisional maupun berbantuan komputer.
Æ  Wawancara telepon tradisional adalah kegiatan menelpon sampel responden dan mengajukan kepada mereka serangkaian pertanyaan. Pewawancara menggunakan kuesioner kertas dan menulis tanggapan dengan pensil/ pena.
Æ  Wawancara telepon berbantuan komputer saat ini lebih populer daripada metoda telepon tradisional. CATI menggunakan kuisioner yang terkomputerisasi untuk dikirim ke responden melalui telepon. Komputer menggantikan kuisioner kertas dan pensil/ pena dan miniheadset menggantikan telepon.

c.       Metoda personal
Wawancara personal dapat dikategorikan menjadi wawancara di rumah, mall intercept, atau wawancara berbantuan komputer.
Æ  Wawancara personal di rumah, responden diwawancarai secara tatap muka di rumah mereka. Tugas pewawancara adalah menghubungi responden, mengajukan pertanyaan, dan merekam tanggapan. Penggunaan metoda wawancara personal di rumah ini semakin menurun karena tingginya biaya.
Æ  Wawancara personal di keramaian (Mall intercept personal survey), responden dicegat ketika mereka berada di mall dan biasanya dibawa menuju fasilitas pengujian di mal. Wawancara ini populer digunakan dan lebih efisien bagi responden khususnya ketika responden ingin tahu, mencoba menggunakan, atau megkonsumsi produk sebelum mereka dapat memberikan penilaian informasi yang berarti.
Æ  Wawancara personal berbantuan komputer (computer-aided personal interview/ CAPI), responden duduk dihadapan terminal komputer dan menjawab kuesioner pada monitor dengan menggunakan keyboard atau mouse. Seorang pewawancara biasanya hadir untuk melayani penyelenggara dan untuk membantu responden seperlunya.

d.      Metoda surat
Wawancara surat, bentuk utama ketiga administrasi survey, dapat dilakukan melalui surat biasa atau panel surat.
Æ  Wawancara surat, kuesioner dikirim kepada responden potensial yang telah ditetapkan. Paket wawancara surat umumnya terdiri dari amplop keluar, surat pengantar, kuesioner, amplop pengembalian, dan kemungkinan insentif. Responden menyelesaikan dan mengembalikan kuesioner. Tidak ada interaksi verbal antara peneliti dengan responden.
Æ  Panel surat terdiri dari sampel rumah tangga yang besar dan mewakili populasi nasional yang setuju untuk secara periodik berpartisipasi dalam kuesioner surat dan pengujian produk. Panel- panel surat dapat digunakan untuk mendapatkan informasi dari responden yang sama secara berulang.
e.       Metoda elektronik
Survey elektronik dapat dijalankan dengan e-mail atau dikelola dalam internet atau Web.
Æ  Wawancara e-mail, survey dituliskan ke dalam badan pesan e-mail, e-mail dikirim melalui internet. Responden mengetikkan jawaban terhadap pertanyaan baik yang bersifat tertutup maupun yang terbuka pada tempat yang ditentukan dan mengklik reply. Tanggapannya adalah data yang dimasukkan dan ditabulasikan.
Æ   Wawancara internet/ web menggunakan HTML, bahasa Web, dan ditempatkan pada sebuah Web site. Responden dapat direkrut melalui internet dari database responden potensial yang dikelola oleh perusahaan riset pemasaran atau mereka dapat direkrut melalui surat/telepon. Responden diminta mengunjungi sebuah lokasi Web tertentu untuk melakukan survey.

Evaluasi komparatif metoda survey
Metoda yang beragam dapat dibandingkan dalam hal/ faktor :
  1. Fleksibilitas pengumpulan data : fleksibilitas pengumpulan data ditentukan terutama oleh sampai sejauh mana responden dapat berinteraksi dengan pewawancara dan dengan kuesioner survey.
  2. Keragaman pertanyaan : keragaman pertanyaan yang dapat diajukan didalam survey tergantung pada derajat interaksi antara responden dengan pewawancara dan dengan kuesioner, serta kemampuan untuk melihat dengan pertanyaan sebenarnya.
  3. Penggunaan stimulus fisik : penggunaan stimulus fisik pada produk seperti uji rasa yang melibatkan pengujian pada produk secara langsung
  4. Pengendalian sampel : kemampuan mode survey untuk meraih unit-unit yang dirinci dalam sampel secara efektif dan efisien.
  5. Pengendalian lingkungan pengumpulan data : derajat pengendalian yang dimiliki peneliti atas lingkungan tempat responden menjawab kuesioner adalah faktor yang membedakan berbagai model survey.
  6. Pengendalian tenaga lapangan : tenaga lapangan terdiri dari pewawancara dan penyelia yang terlibat dalam pengumpulan data.
  7. Jumlah/ kuantitas data : wawancara personal di rumah memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data dalam jumlah banyak.
  8. Tingkat tanggapan (respon rate) : presentase seluruh upaya wawancara yang diselesaikan
  9. Perceived anonimity : persepsi responden bahwa identitas mereka tidak akan diberitahukan oleh pewawancara atau peneliti.
  10. Social desiriability : kecenderungan responden untuk memberikan jawaban yang mungkin tidak akurat namun yang mungkin diharapkan dari sudut pandang sosial.
  11. Potensi bias wawancara : pewawancara dapat membuat bias hasil survey dengan cara memilih-milih responden, menghilangkan pertanyaan riset yang utama, merekam jawaban yang tidak benar/lengkap.
  12. Kecepatan : dinilai dari kecepatan dalam hal menciptakan kuesioner, distribusinya ke responden, dan pengembalian data. Internet saat ini merupakan metoda paling cepat dalam memperoleh data dari responden dalam jumlah besar.
  13.  Biaya : untuk sampel besar, survey internet adalah yang paling murah.
Walaupun metoda-metoda pengumpulan data tersebut biasanya dianggap berbeda dan kompetitif, metoda-metoda tersebut tidak boleh dianggap tidak berkait sama sekali. Perbedaan dalam metoda-metoda tersebut memungkinkan bagi kita untuk menggunakan metoda-metoda itu secara produktif dalam kombinasi.

Metoda pengamatan
Metoda pengamatan adalah jenis metodologi ke dua yang digunakan dalam riset deskriptif. Pengamatan adalah perekaman pola perilaku orang, obyek, dan peristiwa dengan cara yang sistematik untuk memperoleh informasi mengenai fenomena yang sedang diteliti. Informasi dapat direkam pada saat peristiwa terjadi atau dari catatan peristiwa masa lalu. Metoda pengamatan dapat diklasifikasikan menjadi :
-         Pengamatan terstruktur versus pengamatan tidak terstruktur.Pengamatan terstruktur : teknik pengamatan dimana peneliti secara jelas mendefinisikan perilaku yang akan diamati dan metoda pengukuran perilaku yang dimaksud.Pengamatan tidak terstruktur : pengamatan yang melibatkan pemantauan peneliti terhadap seluruh aspek fenomena tanpa merinci detail sebelumnya.
-         Pengamatan tersembunyi versus pengamatan tidak tersembunyi.Pengamatan tersembunyi : responden tidak mengetahui bahwa mereka sedang diamati dan penyembunyian ini menjadikan responden untuk berperilaku secara alami.Pengamatan tidak tersembunyi : responden tahu akan kehadiran pengamat. Dampaknya pengaruh pengamat kecil dan bersifaat sesaat dan pengamat dapat sangat menyebabkan bias pola perilaku.
-         Pengamatan alami versus pengamatan rekayasa.Pengamatan alami : mengamati perilaku pada saat perilaku tersebut terjadi di dalam lingkungan.Pengamatan rekayasa : perilaku yang diamati di dalam lingkungan buatan
Metoda-metoda pengamatan dapat diklasifikasikan menurut mode administrasi yaitu :
Æ  Pengamatan personal : srategi riset pengamatan yang didalamnya peneliti merekam fenomena yang diamati pada saat fenomena terjadi
Æ  Pengamatan mekanis : srategi riset pengamatan yang didalamnya alat mekanis yang bukan manusia/ mesin mencatat fenomena yang diamati
Æ  Audit : merupakan kegiatan mengumpulkan data dengan menguji rekaman fisik atau dengan melakukan analisis persediaan. Data dikumpulkan secara langsung oleh peneliti dan data nya berdasarkan atas hitungan, biasanya mengenai obyek fisik
Æ  Analisis kandungan : deskripsi kandungan nyata komunikasi yang obyektif, sistematik, serta kuantitatif
Æ  Analisis telusur/ jejak : pendekatan yang didalamnya pengumpulan data didasarkan pada penelusuran fisik atau bukti perilaku masa lalu

Perbandingan metoda survey dan metode pengamatan
Kelebihan metoda pengamatan adalah :
  1. Memungkinkan pengukuran perilaku aktual
  2. Tidak ada bias pelaporan
  3. Potensi bias pewawancara kecil
Selain itu, jenis-jenis data tertentu dapat diperoleh dengan paling baik, atau hanya menggunakan pengamatan.



Kelemahan relatif metoda pengamatan adalah :
  1. Sedikit hal yang bisa disimpulkan mengenai motif, kepercayaan, sikap, dan preferensi
  2. Ada potensi bias pewawancara
  3. Kebanyakan metoda menghabiskan banyak waktu dan mahal
  4. Sulit bagi kita untuk mengamati beberapa bentuk perilaku
  5. Ada potensi untuk bersifat etis

Kelebihan metoda survey adalah :
  1. Tidak membutuhkan biaya yang besar pada metoda tertentu
  2. Pengumpulan data yang jauh lebih banyak
  3. Tidak dibatasi oleh faktor geografi (luas/jauh)
  4. Akurasi data dapat diperoleh dengan baik
  1. Dapat mengamati beberapa bentuk perilaku

Kelemahan metoda survey adalah :
  1. Membutuhkan biaya yang besar pada metoda tertentu
  2. Membutuhkan tenaga peneliti lebih banyak
  3. Survei membutuhkan waktu yang lama
  4. Ada potensi untuk bersifat etis

Pengamatan jarang digunakan sebagai metoda tunggal mendapatkan data primer, tetapi dapat digunakan bersama-sama metoda survey

Sekilas Tentang Riset Pemasaran


Pengertian Riset Pemasaran
Menurut American Marketing Association, riset pemasaran adalah fungsi pemasaran yang menghubungkan antara konsumen, pelanggan, dan public dengan pemasaran melalui informasi – informasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menetapkan peluang dan masalah pemasaran; menciptakan, menjaga, dan mengevaluasi kegiatan pemasaran; mengawasi kinerja pemasaran; dan meningkatkan pengertian pemasaran sebagai sebuah proses (Malhotra, 2004).
Malhotra (2004) menyatakan bahwa riset pemasaran adalah “The systematic and objective identification, collection, analysis, dissemination, and use of information for the purposeof assisting management in decision making related to the identification and solution of problems (and opportunities) in marketing”.
Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam definisi ini. yang pertama adalah riset pemasaran adalah sistematik dimana berarti bahwa perencanaan yang sistematik dibutuhkan pada setiap tahapan dari riset pemasaran. Seluruh prosedur yang ada harus dilakukan secara metodologi, didokumentasikan secara baik, dan sebisanya telah direncanakan sebelumnya. Riset pemasaran menggunakan metodologi keilmuan dalam mengumpulkan data dan analisisnya untuk menguji ide atau hipotesis.
Riset pemasaran bermaksud untuk menyediakan informasi yang akurat yang merefleksikan kebenaran. Riset pemasaran harus objektif dan tidak berpihak. Riset pemasaran harus bebas dari pengaruh baik secara personal maupun secara politik. Motto dari setiap peneliti haruslah “Find it and tell it like it is”. Riset pemasaran berisi identifikasi, pengumpulan, analisis, diseminasi, dan penggunaan informasi. Setiap fase dari proses ini adalah penting. Peneliti mengidentifikasi atau menggambarkan masalah atau peluang dari riset pemasaran dan kemudian menetapkan informasi apa yang dibutuhkan untuk menginvestigasinya. Data yang dikumpulkan menggunakan metode yang sesuai, kemudian hasil yang didapatkan, implikasi, dan rekomendasi disediakan dalam sebuah format yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dan langsung dapat digunakan.

Klasifikasi Riset Pemasaran
Riset pemasaran dapat dikelompokkan ke dalam 2 (dua) bagian antara lain :
1.      Problem Identification Reseach
2.      Problem Solving Research
Problem Identification Research adalah penelitian yang bertujuan untuk membantu mengidentifikasi masalah yang tidak nampak dipermukaan atau kemungkinan akan timbul di kemudian hari. Betuk dari problem identification research seperti (1) market potential research, (2) market share research, (3) image research, (4) market characteristics research, (5) sales analysis research, (6) forecasting research, (7) business trends research.
Problem Solving Research merupakan penelitian yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah pemasaran yang spesifik, seperti (1) segmentation research, (2) product research, (3) pricing research, (4) promotion research, (5) distribution research.

Proses Riset Pemasaran
Proses riset pemasaran merupakan sebuah bentuk dari enam tahap yang menjelaskan tentang tugas-tugas yang harus dicapai dalam sebuah riset pemasaran. Tahap pertama dari riset pemasaran adalah penetapan masalah. Dalam menetapkan masalah, peneliti harus menjelaskan tujuan penelitian, informasi latar belakang dibutuhkan yang relevan, dan bagaimana penelitian ini digunakan untuk pengambilan keputusan. Tahapan ini berisi wawancara dengan para pengambil keputusan, para ahli di bidangnya, analisis dari data sekunder, dan mungkin juga berisi penelitian kualitatif seperti focus group. Setelah masalah ditetapkan secara pasti, peneliti dapat mendesain riset pemasaran dengan baik.
Tahap kedua adalah membangun sebuah pendekatan terhadap masalah. Dalam tahapan ini, peneliti memformulasi sebuah sasaran atau rerangka teori, model analisis, pertanyaan penelitian, dan hipotesis serta mengidentifikasi informasi-informasi yang dibutuhkan. Pada proses ini diperlukan diskusi dengan manajemen dan ahli, analisis dari data sekunder, penelitian kualitatif, dan hal-hal yang pragmatis.
Di tahap ketiga yang merupakan formulasi desain penelitian, peneliti mendesain sebuah rerangka kerja atau blueprint dari riset pemasaran. Dalam tahap ini berisi :
  1. Defenisi dari informasi-informasi yang dibutuhkan.
  2. Analisis data sekunder.
  3. Penelitian kualitatif.
  4. Metode kuantitatif dari pengumpulan data (survey, observasi, dan eksperimen)
  5. Prosedur pengukuran dan skala.
  6. Desain kuesioner.
  7. Sampling dan jumlah sampel.
  8. Rencana dari analisis data.
Tahap keempat adalah kerja lapangan atau pengumpulan data. Pengumpulan data membutuhkan tenaga lapangan dalam mengumpulkan data tergantung dari cara pengumpulan datanya antara lain dengan cara wawancara personal (in-home, mall intercept, atau computer-assisted thelepone interviewing), dari kantor menggunakan telepon, atau menggunakan surat (surat langsung atau e-mail), Tahap kelima adalah persiapan data dan analisis. Dalam persiapan data termasuk editing, pengkodean, pentranskirpsian, dan verifikasi data. Setiap kuesioner atau form observasi diperiksa dan, jika perlu, diperbaiki. Data yang didapatkan kemudian ditranskipsikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan model analisis. Data kemudian dianalisis untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan memberikan input untuk keputusan masalah manajemen.Tahap keenam adalah persiapan laporan dan presentasi. Seluruh proyek harus didokumentasikan dalam laporan tertulis yang menjelaskan tentang identifikasi pertanyaan penelitian secara spesifik, menggambarkan pendekatan-pendekatan yang digunakan, desain penelitian, pengumpulan data, prosedur-prosedur data analisis yang digunakan, dan menyajikan hasil dan temuan-temuannya. Temuan-temuan yang didapatkan harus dapat dipresentasikan dalam format yang komprehensif sehingga manajemen dapat menggunakannya sebagai proses pengambilan keputusan. Juga, presentasi secara oral harus dilakukan di depan manajemen menggunakan table-tabel, gambar,dan grafik untuk mengayakan.


Ciri-Ciri dan Peran Riset Pemasaran
 Pentingnya pemasaran terdapat dalam identifikasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Untuk mengetahui kebutuhan pelanggan dan untuk mengimplementasikan strategi pemasaran, manajer membutuhkan informasi. Mereka membutuhkan informasi tentang pelanggan, competitor, dan kekuatan-kekuatan lain di dalam pasar. Semakin besar dan global sebuah perusahaan, kebutuhan akan informasi juga semakin besar. Tugas dari riset pemasaran adalah untuk menguji kebutuhan informasi dan memberikan infomasi yang relevan, akurat, reliable, valid, dan terkini kepada manajer sehingga para manajer dapat mengambil keputusan tidak berdasarkan pada perasaan, intuisi, ataupun penilaian yang kurang.

Etika dalam Riset Pemasaran
Beberapa aspek dalam riset pemasaran memiliki implikasi etika yang kuat. Riset pemasaran memiliki 4 (empat) pemangku kepentingan, yaitu : (1) peneiti, (2) klien, (3) responden, dan (4) masyarakat. Setiap pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab terhadap yang lain dan  kepada proyek penelitian. Masalah etika sering muncul ketika ada konflik kepentingan antara pemangku kepentingan dan ketika salah satu dari pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab yang kurang. Masalah etika itu dapat diselesaikan oleh para pemangku kepentingan dengan perilaku secara wajar dan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing dengan adanya code of conduct yang dibuat dapat mengurangi konflik kepentingan diantara para pemangku kepentingan sehingga seluruh proses dari riset pemasaran dapat objektif dan sistematis.

Problem Audit


            Audit adalah suatu proses kegiatan yang bertujuan untuk meyakinkan tingkat kesesuaian antara suatu kondisi yang menyangkut kegiatan dari suatu entitas dengan kriterianya,dilakukan oleh auditor yang kompeten dan independen dengan mendapatkan dan mengevaluasi bukti-bukti pendukungnya secara sistematis, analitis, kritis dan selektif guna memberikan pendapat atau simpulan dan rekomendasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Sedangkan masalah audit adalah suatu ketidaksesuaian mengenai nilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas dan informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Hal Yang Perlu Ditanyakan Untuk Menggali Masalah Dengan Pengambil Keputusan
Kegiatan audit dilakukan di dasarkan pada suatu informasi. Informasi secara implisit juga merujuk kepada siapa pemilik atau penanggung jawab informasi tersebut. Informasi yang di butuhkan dapat berupa:
-           Laporan. Laporan dalam hal ini diartikan sebagai pengungkapan tertulis hasil pelaksanaan aktivitas tertentu seperti laporan keuangan (baik berupa Neraca, Laporan realisasi anggaran,maupun laporan arus kas), laporan pelaksanaan kegiatan, serta laporan-laporan dalam bentuk lainnya.
-         Kegiatan. Kegiatan diartikan sebagai sesuatu aktivitas yang mengandung tujuan tertentu, baik yang tengah berlangsung maupun yang telah selesai dikerjakan. Kegiatan dapat berwujud dalam berbagai bentuk, seperti kegiatan pengadaan barang dan jasa, kegiatan penerimaan pegawai baru, kegiatan pemeliharaan kendaraan dinas, kegiatan penyelenggaraan urusan tugas pokok dan fungsi instansi, kegiatan pengelolaan anggaran pada suatu instansi, dan lain sebagainya.
-         Keadaan atau kejadian. Keadaan dan kejadian diartikan sebagai suatu fakta yang telah terjadi atau telah ada pada saat hal tersebutditeliti. Keadaan dan kejadian dapat berwujud seperti keadaan atau kejadian ketekoran kas di bendahara,kejadian pengadaan barang fiktif, kejadian proses penerimaan pegawai yang tidak transparan, kejadian pemalsuan dokumen pengeluaran, serta kejadian atau keadaan lainnya.


Adapun hal yang menggali masalah dengan pengambilan keputusan :
1.      Bagaimana manajemen menangani masalah akuntansi seperti pengungkapan kualitas kredit, penurunan nilai aset, pensiun dan rencana manfaat postretirement lainnya, dan pengakuan mempertimbangkan pendapatan perekonomian saat ini?
2.      Bagaimana manajemen berfokus untuk memastikan transparansi dalam pengungkapan perusahaan mengenai kontinjensi kerugian, likuiditas dan sumber daya modal dan pelaporan segmen?
3.      Bagaimana manajemen memastikan dokumentasi tepat waktu dan memadai dari keputusan-keputusannya mengenai estimasi akuntansi dan akuntansi yang kompleks?
4.      Bagaimana manajemen menilai efektivitas pengendalian internal perusahaan, mempertimbangkan faktor-faktor seperti perubahan dalam model bisnisnya, kemungkinan perubahan dalam risiko penipuan, dan kendala sumber daya?
5.      Bagaimana komite audit terus meningkatkan pengawasan program manajemen risiko perusahaan, termasuk hubungan penting antara kompensasi dan resiko?
6.      Mengingat regulator fokus yang signifikan dan kekuasaan kehakiman yang menempatkan pada kepatuhan antikorupsi,langkah-langkah apakah yang diambil untuk memastikan kepatuhan perusahaan?
7.      Apakah manajemen mempersiapkan perubahan akuntansi dan pelaporan yang signifikan yang disebabkan oleh konvergensi US GAAP dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS)?
8.      Bagaimana manajemen berencana untuk mengatasi persyaratan untuk mengungkapkan posisi pajak pasti ke IRS dan menilai dampak potensi perubahan kebijakan pajak?
9.      Bagaimana manajemen menganalisis efek kemungkinan pada perusahaan dan memberikan komentar pada topik-topik yang relevan terbesar seperti perubahan undang-undang, peraturan, dan standar akuntansi dan audit yang diusulkan dan dilaksanakan bagi perusahaan?
Teknik Yang Digunakan Dalam Melakukan Audit
Teknik audit adalah urutan langkah yang perlu dilakukan oleh auditor untuk mendapatkan bukti-bukti yang diperlukan sesuai sasaran yang ingin dicapai dengan menggunakan teknik-teknik audit yang sesuai. Berikut cara dan jenis-jenis teknik audit :

1)      Analisis
Mencegah /mengurai data/informasi ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil atau bagian-bagian sehingga dapat diketahui pola hubungan antar unsur atau unsur penting yang tersebunyi. Dari analisis ini diketahui adanya kekurangan, kecendrungan, dan kelemahan yang perlu diperhatikan.

2)      Observasi
Observasi merupakan peninjauan dan pengamatan atas suatu obyek secara hat-hati, ilmiah dan kontinyu selama kurun waktu tertentu untuk membuktikan suatu keadaan atau masalah.

3)      Permintaan Informasi
Permintaan Informasi dapat dilakukan untuk menggali informasi tertentu dari berbagai pihak yang berkompeten,seperti permintaan informasi tertulis dan wawancara.

4)      Evaluasi
Evaluasi adalah cara untuk memperoleh suatu simpulan atau pandangan/penilaian dengan mencari pola hubungan atau menghubungkan atau merakit berbagai informasi yang telah diperoleh, baik informasi / bukti interen maupun bukti eksteren.

5)        Investigasi
Investigasi adalah suatu upaya untuk mengupas secara ekstensif suatu permasalahan melalui penjabaran, menguraikan, atau meneliti secara mendalam.

6)        Verifikasi
Verifkasi merupakan pengujian secara rinci dan teliti tentang kebenaran, ketelitian, perhitungan, pembukuan, pemilikan dan eksistensi dari suatu masalah.